Mahameru 3676 meter diatas permukaan laut (mdpl) adalah satu
tempat yang tak banyak orang mampu menginjakkan kaki disana, ditempat tertinggi dipulau
jawa, dan bagiku semua itu bagai sebuah mimpi disaat aku terjaga, ketika
dengan mata telanjang menyaksikan sekelumit dari berjuta keindahan semesta
indonesia..
![]() |
| Gerbang pendakian - Adventure has began |
Cerita ini bermula ketika Gus Opan salah seorang sahabatku
mengajak melakukan pendakian gunung semeru, rencana semula waktu pendakian
adalah akhir bulan september, namun setelah tarik ulur waktu serta berbagai
kendala tak terduga akhirnya ditetapkan tanggal 06 September 2014.
Sabtu 04 Oktober 2014 gema Takbir Idul Adha menjadi saksi
perjalanan kami, tepatnya pukul 20.00 WIB disaat masjid-masjid dan musholla
mengumandangkan takbir hari raya Idul Adha kami berempat: Aku, sepupuku Opick,
Mahmud dan Syarif memacu sepeda motor dari kota Kudus, belum sampai 100 meter
melaju salah satu ban motor kami bocor, Akhirnya hampir satu jam waktu kami
disita oleh tukang tambal ban. Kira-kira pukul 21.00 barulah kami benar-benar
melaju meninggalkan kota Kretek, Satu setengah jam perjalanan kami singgah
sejenak dikota Lasem untuk menikmati secangkir Kopi lelet setelah sebelumnya
kami sempatkan Ziarah ke makam Sayyid Abdurrahman Basyaiban, waktu telah
menunjukkan pukul 23.00 kembali kami memacu dua motor kami dan ketika sampai
diperbatasan antara Kabupaten Tuban dan Lamongan kami luangkan sedikit waktu
kami untuk Sowan ke makam Masyayikh Pon-Pes Langitan, dari Langitan kami menuju
kota Malang kira-kira pukul 02.00 WIB, dan adzan Shubuh berkumandang saat kami
sampai di daerah Sukorejo Pasuruan, setelah menunaikan kewajiban kami langsung
meluncur menuju kota Malang.
Pagi yang cerah mengawali hari yang penuh berkah, dari
pasuruan sampai masuk perbatasan kabupaten Malang pemandangan yang indah
tersaji dari gunung arjuno dengan iringan lantunan takbir, tahmid dan tasbih
Subhanallah.. begitu sampai di Arjosari kami mencari masjid untuk ikut larut
dalam euphoria hari raya serta melaksanakan Shalat Idul Adha. Sontak para
jama’ah banyak dibuat terheran-heran oleh penampilan kami yang memasuki halaman
Masjid dengan mengenakan jaket, tas carrier dan aksesori khas para pendaki dan
kami pun langsung menjadi pusat perhatian. Setelah melaksanakan Shalat Idul
Adha dengan diikuti khotbah yang kami dengarkan dengan Khidmat, Khusyuk serta
Ngantuk kami lanjutkan menuju desa Sudimoro, Bululawang untuk memenuhi hasrat
untuk beristirahat, tanpa ba-bi-bu langsung kami menuju rumah Cak Roni, tak
selang lama menunggu seteguk kopi dan sesuap nasi pun langsung menghampiri dan
mengantarkan kami dalam tidur yang pulas pagi itu, Alhamdulillah…
Bangun, makan siang kemudian kami melanjutkan episode ngopi
bareng cak Roni yang tadi sempat tertunda oleh jeda iklan bantal dan guling
(baca:tidur). Setelah hari menjelang sore kami menuju Dampit tempat dimana rumah
gus Opan berada dan disana juga tempatnya Pondok PUNOKAWAN, sebuah kafe kecil
tempatnya para petualang berkumpul dan berbagi cerita.
Pukul 23.00 kami berkumpul di pondok PUNOKAWAN sambil
menunggu yang lain untuk melengkapi persyaratan dan logistic yang harus kami
bawa dan tentunya tak lupa mencicipi kopi ijo punokawan sambil Nyethe, setelah
semua perlengkapan siap, mulai dari tenda, Sleeping bag, Pakaian hangat, matras
de el el.. kami bertujuh anggota
PUNOKAWAN Adventure yang terdiri dari empat orang Demak dan tiga dari DampitMalang yaitu bang Ferry W Prastyo, mas Katon Eko S. dan Gus Opan 'Saufan Sauri' siap melakukan Trip on MAHAMERU dengan diawali Do’a bersama, Bismillah
kami menuju Ranu pani..
![]() |
| Balai Besar TNBTS - Masih Terlalu pagi |
Ranu Pani
Pukul 02.30 WIB kami sampai didesa Ranu pani yang merupakan
desa terakhir sebelum track pendakian gunung semeru, dan kami langsung menuju
sebuah pondokan yang berada disebelah jalur Ayak-ayak yang ternyata adalah
tempat yang biasa digunakan untuk evakuasi para pendaki,
Hemmm.. Merinding juga
nih jadinya, untungnya kami tak diberitahu sebelumnya kalo tempat tidur kami
biasa digunakan untuk evakuasi jenazah, setelah menyeduh pop mie, menuang kopi dan energen kami bersembunyi
dalam pelukan jaket dan Sleeping bag, hawa dingin ranu pani yang saat itu
mendekati nol derajat masih dapat kami rasakan menusuk persendian meski kami
telah terbungkus rapat didalam sleeping bag. Adzan subuh berkumandang dan kami
pun satu persatu mulai bangkit dari tidur kami untuk menunaikan dua rakaat pagi
itu, pukul tujuh kami menuju pos pendaftaran dan ternyata kami terlalu pagi,
Akhirnya kami temukan warung ditepi Danau ranu pani lalu menikmati teh panas
dan segelas kopi untuk sedikit mengurangi hawa dingin dan sambil menunggu Pos
pendaftaran yang baru akan dibuka jam 08.00 WIB
Petualangan dimulai
![]() |
| Gus Opan-Mas Katon-Gus Opick (sesaat di Watu Rejeng) |
Setelah mengurus Simaksi dan cek semua persyaratan serta
pelengkapan kami start dari Ranu pani kira-kira pukul 08.30 WIB, dari gerbang
pendakian sampai Landengan dowo medan tidak terlalu berat, karena meski terus
nanjak namun agak landai, dan satu-satunya kendala hanya masalah jarak yang
lumayan jauh yang kerap menghentikan perjalanan kami untuk sekedar stabilisasi
diafragma karena sudah ngos-ngosan, setelah kira-kira 3 kilo meter sampailah
kami dipos I Landengan dowo, disini kami bertemu dengan penduduk setempat yang
menjajakan berbagai macam gorengan dan semangka. Meskipun semua gorengan sudah
Nampak layu entah karena factor usia atau memang karena dinginnya hawa disana
kami pun tetap lahap menyantapnya.
Setelah dirasa cukup dan stamina mulai
terkumpul kami lanjutkan perjalanan menuju pos II yang berada diantara
Landengan dowo dan Watu Rejeng, dari sini kita dapat menikmati pemandangan watu
rejeng yang sangat indah berupa bukit dengan bebatuan yang terjal dan curam.![]() |
| Gus Opan: ........."istirahat sek bro..!! ambekan sek".......... |
Ranu kumbolo
Begitu sampai di Ranu kumbolo kami mendirikan tenda dan
nge-camp disana semalaman, sementara yang lain menikmati keindahan panorama dan
masak mie instan serta menyeduh kopi, saya memilih untuk bersembunyi dibalik
tenda dalam dekapan sleeping bag, karena selain kondisi yang kurang fit sejak
berangkat dari kudus rasa lelah dan lapar memaksa tubuh ini terkapar lemas dan
tepar,
![]() |
| Meski diatas gunung yang namanya Shalat tetep wajib... |
![]() | |
| tim PUNOKAWAN siap menggapai puncak Mahameru |
Setelah Shubuh Chef Mahmud mulai masak
untuk asupan energy sebelum berangkat menuju Kalimati, Mie instan dan Nasi
Kriuk (baca : Setengah matang bukan Rice crispy ya..!! ) mengantarkan
perjalanan kami untuk mendaki ‘Tanjakan Cinta’ dan menyusuri ‘Oro-oro ombo’
hingga cemoro kandang, dari cemoro kandang menuju ‘Jambangan’ disinilah banyak
cerita tentang modus-modusan, apalagi gus Opan yang melihat raut wajah Opick
yang mulai pucat, Hemm.. pasti langsung jadi kesempatan untuk minta break
“…..opick lek koen wes pegel ojo dipekso..! istirahat ae.. mengko tak kancani….”
Entah itu karena tingginya rasa Solidaritas atau hanya sekedar Modusitas untuk
menutup-nutupi rasa capek Wallahu A’lam, yang jelas makin seru perjalanan kami
kali ini, apalagi saat kami sampai dijambangan. Karena dari jambangan kita
sudah dapat melihat dengan jelas sang ‘Mahameru’ yang berdiri kokoh menjulang
menyapa langit.
to be Continue.. InsyaAllah
![]() |
| Our team : Huda Eljaqoly, Katon, Ovan, Ferry, Syarif, Mahmud dan Ofick - Pose di Kalimati |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar